Lahir dari rindu akan senja yang panjang.
Kopi Senja bermula dari sebuah ruko kecil di gang Dago. Dua sahabat, sebuah alat roasting tua, dan keyakinan sederhana: kopi terbaik adalah yang menemani, bukan yang terburu-buru.
Hingga hari ini, kami masih menyeduh setiap cangkir dengan tangan — memilih biji satu per satu, menjaga suhu air, menunggu ekstraksi menemukan keseimbangannya. Karena kami percaya, kesabaran adalah bumbu paling utama.
— Arsa & Lila, Pendiri